Untuk implementasi dari beberapa
kebijaksanaan dan kegiatan lapangan, PERPAMSI bekerjasama
dengan beberapa lembaga lain yang bergerak dalam bidang
air bersih. Di bawah ini di sajikan informasi dari beberapa
institusi yang bekerjasama dengan PERPAMSI.
FORKAMI
(Forum Komunikasi Kualitas Air Minum Indonesia)
Informasi umum. FORKAMI telah terbentuk
pada bulan Juli 2000 sebagai kesempakatan dari tenaga
ahli dan individu mengenai pengembangan kualitas pengelolaan
air bersih di Indonesia. FORKAMI di prakarsai pada kerjasama
dengan German Development Cooperation Project dalam rangka
Drinking Water Quality Surveillance (GTZ-DWQS Project).
Tujuan. FORKAMI diharapkan
bisa mempertemukan semua pihak, yang bisa menjamin kerjasama
efektif dan efisien untuk mencapai tujuan jasa penyediaan
air bersih yang aman dan sehat untuk masyarakat.
Misi.
• Menciptakan program pertukaran informasi untuk
semua pihak di sektor pengelola air bersih,
• Sebagai penengah antara pihak-pihak pengelola
air bersih untuk memecahkan masalah yang timbul,
• Memberikan nasehat dan bantuan informasi kepada
lembaga dan pengambil keputusan, tentang pengembangan
dan pelaksanaan dari strategi dan kebijaksanaan.
Anggota. Sekarang anggota
FORKAMI terdiri individu, profesional yang bekerja di
bidang pengelolaan air bersih, dan tenaga ahli yang
mandiri.
Kontak FORKAMI.
• Kontak person: Drs. Abdullah Muthalib, MM (kepala)
dan Job Supangkat (sekretaris)
• Alamat: Jalan Percetakan Negara No. 29 Ged.
D LT. 3, Jakarta 10560, Indonesia
• Email: forkami@cbn.net.id
KAI
(Kemitraan Air Indonesia)
Informasi
umum. Forum Air Bersih Indonesia II diadakan
pada waktu perayaan Hari Air Bersih Sedunia, 21 Maret,
2002 di ruang rapat Sapta Taruna di Departemen Permukiman
dan Prasarana Wilayah. Peristiwa in dihadiri oleh 200
orang terdiri dari wakil lembaga bukan pemerintah (NGO),
universitas, lembaga profesional, pengguna, tenaga ahli,
konsultan, kontraktor, dan wakil dari pemerintah pusat
dan daerah. Forum Air Bersih Indonesia II juga menyetujui
untuk membentuk Kemitraan Air Indonesia (KAI). Sumber
dana operasional untuk KAI akan diambil dari iuran anggota
sponsor dalam dan luar negeri.
Tujuan. Kemitraan Air
Indonesia (KAI) mempunyai tujuan untuk membentuk kerjasama
yang baik antara instansi pemerintah, masyarakat, organisasi
profesional, academia, lembaga masyarakat non pemerintah
dan pihak yang berhubungan dengan air bersih untuk menetapkan
arah yang sama dalam upaya yang akan datang. Sasarannya
adalah untuk mencapai menfaat dari menopang air bersih
untuk kesejahteraan manusia dan pengunaan kekayaan ekosistem
secara efisien dan lestari.
Hasil yang diharapkan.
Organisasi yang independent untuk menjalankan kerjasama
antara instansi pemerintah, masyarakat, organisasi profesional,
academia, lembaga masyarakat, dan pihak-pihak yang mempunyai
perhatian yang sama dengan komitmen mempersatukan pengolahan
sumber daya air. Di akhir tahun KAI akan membuat laporan
tentang pengelolaan air bersih yang efektif yang akan
disebarluaskan.
Anggota.
Anggota KAI terdiri dari wakil pemerintah, swasta, lembaga
swadaya masyarakat, organisasi profesional, academia,
individu dan peninjau. Organisasi ini adalah multi-disciplin,
multi-sektoral dan cross-regional:
• Ini bukan gabungan dari organisasi yang sudah
ada. Setiap anggota mempunyai otonomi sendiri dan secara
bebas bisa melanjutkan programnya sendiri.
• Ini bukan oraganisasi pemerintah dan fungsinya
untuk mengkoordinir, sinkronisasikan dan memudahkan
kegiatan dari anggotanya.
• Tidak perlu menjadi organisasi dengan struktur
yang lengkap, tapi hanya dengan sekretariat tetap dengan
masa 3 tahun..
• Kemitraan Air Indonesia (KAI) dibentuk mencakup
semua komponen dari pihak-pihak dari sumber daya air.
Kontak KAI.
• Kontak person: Marhuarar Napitupulu, sekretaris-jenderal
Indonesian Water Partnership (IWP)
• Alamat: Kompleks Dep. Kimpraswil, Jalan Pattimura
No 20/7, Gd.IX, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110,
Indonesia
• Telpon/Fax: 021-739 8604
• Email: sekretariat@inawater.com
or s_sutardi@hotmail.com
IATPI
(Ikatan Ahli Teknik Penyehatan Lingkungan Indonesia)
Informasi
umum. Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik
Lingkungan Indonesia (IATPI) dibentuk pada October of
1997 oleh beberapa alumni Teknik Penyehatan Lingkungan
ITB (Institut Teknologi Bandung). Senior professors
teknik lingkungan, seperti Prof. Dr. Ir. Soepangat Soemarto,
MSc; Dr. Ir. Benny Chatib, MSc; dan Ir. Hidayat Notosugondo
adalah diantara anggota pendiri.
Misi. Anggota pendiri
IATPI sangat percaya bila teknik penyehatan dan teknik
lingkungan adalah disciplin profesional yang kritis
dan strategis untuk Pembangunan Nasional. Keyakinan
ini sangat jelas pada misi utama IATPI untuk berpartisipasi
aktif dalam pembangunan nasional secara umum dan dalam
bidang teknik penyehatan dan teknik lingkungan secara
spesifik.
Anggota. Saat ini,
anggota IATPI melebihi 1000 ahli teknik penyehatan dan
lingkungan dari 26 provinsi, yang bekerja di berbagai
instansi pemerintah, swasta, akademik, dan riset.
Kegiatan. Kegiatan
yang pernah dilakukan oleh IATPI termasuk jasa sosial
sukarela untuk pembangunan fasilitas air bersih untuk
masyarakat pedesaan; juga menyelengarakan seminar national
dan international dengan topik seperti seminars on sampah
padat, air minum di perkotaan, dan lain-lain. IATPI
juga secara aktif membantu pemerintah dalam pengembangan
kebijaksanaan nasional untuk perencanaan lingkungan
kota, seperti air bersih, pengaliran, sampah padat dan
perencanaan khusus.
Kontak IATPI.
• Kontak person: Bpk. Zafar Idham (kepala) and
Bpk. Poedjastanto (sekretaris-jenderal)
• Alamat: Jalan RS Fatmawati No. 53, Jakarta Selatan,
Indonesia
• Telpon: 021-7590 5702
• Fax: 021-7581 6337
• Email: iatpi@egroups.com
|