PERPAMSI - Persatuan Perusahaan Air Minum di Seluruh Indonesia
klik di sini untuk cetak

2009, PDAM Melayani 66% Penduduk Kota

http://www.seputar-indonesia.com

 

Senin 03 Desember 2007 - Jakarta (Seputar Indonesia)

Jakarta (SINDO) – Pemerintah menargetkan pada 2009, sistem perpipaan untuk sambungan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) akan melayani 66% penduduk perkotaan di seluruh Indonesia. Sementara di daerah perdesaan, PDAM baru bisa menjangkau sekitar 33%.
“Untuk keperluan tersebut diperlukan kapasitas tambahan PDAM mencapai 30.000 liter/detik,” ujar Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum Agoes Widjanarko di Jakarta akhir pekan lalu.
Dia menjelaskan, pada 2006,kapasitas PDAM mencapai 11.900 liter/detik dan pada 2007 mencapai 16.600 liter/detik. Pada 2008, rencananya akan dilakukan penambahan kapasitas sebesar 8.000 liter/detik. Adanya penambahan tersebut, kata Agoes, diharapkan akan menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Namun, dia mengatakan, pendanaan pembangunan sistem perpipaan tersebut tidak sepenuhnya dilakukan pemerintah pusat. „Peran pemerintah lebih pada unit produksi,“ kata Agoes.
Adapun masalah yang dihadapi PDAM dalam upaya peningkatan kinerja adalah utang.
Saat ini, PDAM tengah mengajukan program restrukturisasi utang kepada Departemen Keuangan.
Dari 318 PDAM yang ada, 38 PDAM (12%) memiliki kinerja keuangan yang sehat, 73 PDAM (23% ) kurang sehat, dan 207 PDAM (65%) sakit.
Sementara itu, Kepala Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum(BPPSPAM) Rachmat Karnadi mengatakan, banyak PDAM di Indonesia memiliki tarif yang rendah. Hal ini mengakibatkan PDAM masih mengalami kesulitan dalam operasionalnya.“Sebagian orang merasa tarif PDAM tidak perlu dinaikkan, padahal itu sangat penting untuk menutupi biaya operasional,“ ujarnya.
Menurut dia, biaya operasional yang tidak dapat tertutupi menyebabkan PDAM memerlukan dana pinjaman sehingga menimbulkan utang. “Tarif mereka umumnya masih dibawah biaya operasi. Misalnya, beberapa pekerjaan seperti perbaikan pipa itu tidak dilakukan karena untuk menutupi biaya operasi,“ tambahnya. (arif dwi cahyono)