PERPAMSI - Persatuan Perusahaan Air Minum di Seluruh Indonesia
klik di sini untuk cetak

 

RAKERNAS PERPAMSI : Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Air Minum

http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=10&dn=20071117101425

Oleh : Yosef Ferdyana
17-Nov-2007, 12:28:25 WIB - [www.kabarindonesia.com]

KabarIndonesia - Semakin pesat pertumbuhan penduduk, semakin banyak pula kebutuhan air bersih yg layak untuk digunakan setiap penduduk Indonesia. Akan tetapi, masih banyak daerah-daerah yang ada di Tanah Air masih kekurangan air bersih. Hal ini disebabkan oleh tidak seimbangnya perpipaan oleh PDAM dan banyaknya pipa yang bocor serta perpipaan masih terkosentrasi di perkotaan, tidak melihat bahwa pedesaan juga membutuhkan air bersih.

Melalui Rapat Kerja Nasional Persatuan Perusahan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI), mereka akan membahas seluruh persoalan tersebut. Acara bertempat di salah satu hotel di Jakarta Selatan, Kamis (15/11) secara resmi dibuka oleh Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto. Dalam kesempatan itu Djoko Kirmanto menyampaikan kepada seluruh perusahaan air minum untuk terus lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam pelayanan air minum. Seperti yang telah ditetapkan dalam UU tentang sumber daya air yang mengizinkan pihak swasta bergerak di bidang air minum.

“Kondisi air baku PDAM di beberapa daerah masih sangat kecil ditambah buruknya kondisi bahan baku air mencapai 80%, sedangkan untuk membuat air itu bersih membutuhkan bahan baku dengan biaya yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, kami mengharapkan supaya Pemerintah bersama-sama menyiapkan air bersih, ungkap Ir Ahmad Marju Kodri Ketua, Umum PERPAMSI kepada wartawan. Sampai saat ini PDAM masih mengandalkan PABD dan APBN serta bantuan dari Luar Negeri

Rakernas yang dihadiri oleh pengurus DPD PERPAMSI, mengharapkan agar Pemerintah dapat menghapuskan seluruh bunga dan denda bagi PDAM yang mempunya hutang sebesar 6,3 triliun. Apalagi PERPAMSI juga sudah berkomitmen kepada Komisi V DPR-RI bahwa kita akan secepatnya melunasi hutang tersebut bila denda dan bunga hutang dihapus, sehingga dapat membantu PDAM kedepan dalam melayani masyarakat.

Ditempat yang sama, Direktur PDAM Kota Makasar, H.M. Tadjuddin Noor menambahkan bahwa sumber air dari permukaan seperti dari sungai memang banyak kendala, sehingga kualitas air kurang baik, namun demikian PDAM terus berupaya memperbaiki kualitas air, PDAM terus berusaha memenuhi kebutuhan konsumen, permasalahan tarif air, yang harus melalui proses persetujuan dewan, sehingga PDAM sulit untuk menyesuaikan harga dengan kondisi perusahaan dan pengeluaran.

Sumber gambar: jurnal-ekonomi.org