![]() |
|
KOMISI V DPR DUKUNG TUNTASKAN HUTANG PAM SEBESAR 5.8 TRILIUN http://www.dpr.go.id/artikel/terkini/artikel.php?aid=3613 14 Nopember
2007 - dpr.go.id Hal tersebut terungkap saat Komisi V DPR mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Ketua Umum Persatuan perusahaan air minum seluruh indonesia (Perpamsi) Achmad Marju Kodri, Ketua Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Rachmat Kurniadi, dipimpin oleh Ketua Komisi V DPR Achmad Muqowam di Gedung Nusantara, Hari Rabu, (14/11). Darul Siska (F-PG) mengatakan, DPR akan mengundang dan mempertemukan
Menteri Keuangan,Kepala Bapennas, Mendagri Agar duduk bersama dengan BPPSPAM.
"6 Triliun itu sangat kecil kalau untuk urusan rakyat karena itu,
ini diperlukan dukungan politis dari DPR dan semua pihak,"katanya.
Abdul Hakim (F-PKS) mengatakan, pihak PAM dan Perpamsi harus merinci tiap
permasalahan yang terjadi di tiap PDAM. disamping itu harus segera menyusun
program yang berkesinambungan.
BPSSPAM menerangkan sampai sekarang PAM baru menjangkau 45 persen penduduk
kota dan hanya 8 persen menjangkau pedesaan. sekarang ini, kata Rachmat
Kurniadi, masalah PAM dibagi atas 3 kategori diantaranya manajemen, teknis
dan keuangan yang menyebabkan kinerja PAM rendah. Untuk manajemen, kata
Rachmat, pengelolaan masih belum profesional dan penagihan juga belum
optimal, kolektibilatas lambat dan kurangnya sense of business. Saat ini harga air masih rendah mencapai Rp 1475/m3 sedangkan biaya operasi sangat tinggi mencapai Rp 1684/m3."Saat ini sebanyak 180 PDAM mengalami kredit macet,"katanya (SI)
|