PERPAMSI - Persatuan Perusahaan Air Minum di Seluruh Indonesia
klik di sini untuk cetak

 

Presiden Ingatkan Jaga Ketersediaan Air

http://www.suarapembaruan.com/News/2004/09/08/Ekonomi/eko03.htm

SUARA PEMBARUAN DAILY

PALU - Presiden Megawati Soekarnoputri mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, yang sangat berpengaruh pada ketersediaan air di masa mendatang. Sebab bangsa Indonesia akan menderita apabila tidak dapat melestarikan sumber-sumber air yang ada.

Peringatan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan dan mencanangkan proyek-proyek senilai Rp 295,6 miliar, yang dipusatkan di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (7/9). Pada acara itu, Presiden didampingi Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah (Menkimpraswil), Soenarno, dan Gubernur Sulteng, Aminuddin Ponulele.

Megawati juga mengingatkan, ketersediaan air itu akan sangat berpengaruh pada realisasi target pembangunan sejuta rumah setiap tahun. Secara fisik, pembangunan sejuta rumah hingga tahun 2017 mungkin dapat terpenuhi, tetapi penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang akan menghuni rumah itu bisa menjadi masalah serius bila lingkungan tidak dijaga kelestariannya mulai sekarang.

''Saya tahu di sini ada kearifan budaya dalam melestarikan lingkungan. Oleh karena itu, saya mengimbau para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pejabat pemerintahan untuk menjaga sumber-sumber air yang ada sekarang ini, jangan sampai debit airnya menyusut apalagi hilang sama sekali,'' pintanya.

Dikatakan, betapa besar kerugian Bangsa Indonesia apabila tidak dapat melestarikan sumber-sumber air itu. Dia mencontohkan, negara-negara di Arab rela mengeluarkan miliaran dolar untuk melakukan penghijauan demi mendapatkan air bersih. Sementara di Indonesia tidak perlu seperti mereka, karena tinggal menjaga kelestarian lingkungan dan sumber-sumber air yang sudah ada.

Proyek yang Diresmikan

Sementara itu, Menkimpraswil, Soenarno mengungkapkan, proyek-proyek yang diresmikan meliputi sarana dan prasarana dasar, seperti rumah sangat sederhana, pengadaan air bersih, pembangunan irigasi dan jalan. ''Apa yang diresmikan Presiden hari ini, merupakan bagian dari kebijakan membangun Kawasan Timur Indonesia dengan mengedepankan proyek-proyek yang bersifat sangat mendasar,'' katanya.

Di bidang irigasi, misalnya, pemerintah telah menganggarkan Rp1,6 triliun untuk membangun 25 ribu jaringan irigasi baru, dan merehabilitasi 120 ribu hektare (ha) jaringan irigasi yang tersebar di seluruh provinsi di Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sementara untuk penyediaan air bersih, Pemerintah Indonesia telah menerima bantuan hibah dari Pemerintah Jepang untuk membangun 18 unit penjernihan air di Sulawesi yang tersebar di 12 kecamatan dan 25 desa. Bila ditambah dengan proyek-proyek air bersih bantuan Jepang yang telah diselesaikan pada tahun anggaran 2002/2003, jumlah desa yang mendapat layanan air bersih mencapai 83 desa. (128/L-7)