PERPAMSI - Persatuan Perusahaan Air Minum di Seluruh Indonesia
klik di sini untuk cetak

Warga Cilacap Keurangan Air Bersih

http://www.suarapembaruan.com/News/2004/07/09/Nusantar/nusa10.htm

SUARA PEMBARUAN DAILY
CILACAP - Kekeringan yang terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memasuki minggu kedua bulan Juli ini, tampaknya bertambah parah. Bukan hanya sawah ladang yang kekeringan, tapi ribuan penduduk yang tersebar di berbagai daerah di Cilacap sudah mulai kesulitan memperoleh air bersih. Antara lain warga Nusawungu, Kroya, Sidareja, Adireja, Karangpucung, Kawunganten, dan Kampunglaut.

"Bahkan, warga Kampunglaut dan Kawunganten banyak yang berburu air bersih sampai ke Kleces di tepian Pulau Nusakambangan, dengan cara naik perahu sampai berjam-jam," kata Sahudi, warga Desa Ujungalang, Kecamatan Kampunglaut, Kabupaten Cilacap, Jumat (9/7).

Menurut Sahudi, persediaan air di sumber air Kleces yang ada di ujung barat Nusakambangan, masih cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan warga Kampunglaut. Sayangnya, untuk menjangkau sumber air tawar tersebut, dibutuhkan waktu berjam-jam menggunakan perahu menelusuri perairan Segara Anakan.

Sementara itu, Bupati Cilacap Probo Yulastoro ketika dikonfirmasi masalah sulitnya memperoleh air tawar untuk kebutuhan minum bagi sebagian warga Cilacap mengatakan, sebenarnya masalah kekeringan bukan hanya masalah Cilacap saja. Tapi sudah menjadi masalah nasional setiap musim kemarau tiba.

"Namun setiap daerah mempunyai tanggung jawab masing-masing untuk menanggulangi kekeringan di daerahnya," kata bupati.
Dikatakan, sampai Jumat pagi, belum ada laporan masuk dari warga yang minta bantuan air bersih. Biasanya, kalau kekeringan sudah berat, camat setempat mengajukan bantuan droping air bersih, sesuai dengan permintaan warganya.

Menurut bupati, Cilacap adalah daerah yang terluas di Jawa Tengah sehingga masalah kekeringan pun yang paling luas dan kompleks, karena memiliki daerah pegunungan dan kelautan. Begitu pula bila musim hujan tiba, masalah banjir di Cilacap juga biasanya paling besar dan paling lama. Jumlah kerugiannya juga paling besar karena wilayah banjirnya paling luas. (WMO/N-6).