PDAM Jember > Kegiatan Rutin
  Menu Utama
 
  Kegiatan Rutin  
 

Sistem Produksi dan Debit Air
Kemampuan produksi PDAM Jember relatif terbatas jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang harus dilayani dan membutuhkan pelayanan air minum Berdasarkan pemantauan terhadap rata-rata pemakaian per sambungan, diperkitakan kebutuhan air tiap individu di Kabupaten Jember diketahui rata-rata berkisar antara 125 liter sampai 175 liter per jiwa per hari. Sementara ini untuk memenuhi kebutuhan pelanggan digunakan sebanyak 26 unit produksi yang tersebar di Kabupaten Jember, terdiri dari (berurutan berdasarkan besarnya biaya produksi):

1. Water treatment process (WTP): 2unit
2. Sumur pompa: 15 unit
3. Mata Air Pompa (MAP): 2 unit
4. Sumber mata air (gravitasi): 7unit

Bahan kimia yang digunakan dalam kegiatan produksi berupa:
1. Tawas untuk mengendapkan kotoran (penjernihan); dan
2. Kaporit / chlorinasi untuk membunuh kuman.


Sistem Distribusi dan Cakupan Pelayanan
Pelayanan kepada pelanggan dipakai duca cara pengaliran yaitu sistem gravitasi dan pompa melalui jaringan perpipaan dari unit produksi menuju tempat pelanggan dengan penghantar Pipa berdiameter 25 mm hingga 350 mm, jenis bahan pipa beraneka ragam diantaranya DCI, ACP, CIP dan PVC. Selain itu pada distribusi pelayanan di wilayah kotatif didukung 4 unit reservoir dengan kapasitas masing masing:

• 2 unit berkapasitas 1.500 m3;
• 1 unit berkapasitas 750 m3; dan
• 1 unit berkapasitas 300 m3.

Sistem pelayanan langsung kepada masyarakat pelanggan dilakukan dengan sistim sambungan (service connection/SC) . Adapun cakupan pelayanan hingga saat ini baru meliputi wilayah Jember kota, Rambipuji; Mumbulsari; Mangli; Wirolegi; Tanggul; Puger dan Jelbuk. Untuk statistik terhadap perkembangan pelanggan, peta zona wilayah kota, tabel kapasitas produksi, klik di sini.

Keuangan
Modal awal perusahaan berasal dari modal Pemerintah Daerah yang dipisahkan kemudian secara bertahap menerima tambahan modal berupa Asset yang berasal dari pinjaman Bank Dunia dan Pemerintah pusat melalui program P3KT. Sumber penerimaan satu-satunya adalah berasal dari penjualan air kepada pelanggan atau dapat pula disebut dengan pendapatan.
Pendapatan terdiri dari 2 (dua) macam yaitu:
1. Pendapatan Usaha:
a. Penjualan Air adalah hasil penjualan melalui pembacaan meter.
b. Penjualan Non-air adalah biayapemasangan baru.
2. Pendapatan Diluar Usaha:
a. Jasa giro
b. Denda dll
Dengan asumsi distribusi air kepada pelanggan berjalan normal, tinggi rendahnya hasil penjualan air sangat dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu:
1. Besarnya tarif yang diberlakukan kepada masyarakat pelanggan.
2. Besarnya pemakaian air oleh pelanggan.
Pengeluaran:
1. Biaya Langsung Usaha
2. Biaya Umum dan Administrasi
3. Biaya Lain-Lain

Organisasi dan Sumber Daya Manusia
Sesuai struktur organisasi yang ada dan berlaku sampai saat ini adalah struktur organisasi yang didasarkan pada SK Bupati KDH Tk. II Jember Nomor 37/1997, secara garis besar dapat digambarkan:
• Badan Pengawas;
• Direksi (Direktur Utama, Direktur Bidang Umum dan Direktur Bidang Teknik);
• Kepala Bagian (Adm. Umum & Personalia, Keuangan, Langganan, Transmisi & Distribusi, Perencanaan & Pemeliharaan Teknik dan Kepala Satuan Pengawas Intern/SPI);
• Kepala Cabang (Rambipuji-Tanggul/Ratang, Mumbulsari-Jelbuk/Mumjel dan Puger); dan
• Kasubag dibawah Kepala Bagian dan Kasubsi dibawah Kepala Cabang.

Perbesar

 
     
 
Topik Ini