(a) Peningkatan Kapasitas IPA Broni
(up-grading) dari 300 l/detik menjadi 600 l/detik, dan
pengembangan jaringan distribusi Induk hingga pipa retikulilasi
serta penambahan sambungan rumah.
(b) Pendataan pelanggan dengan bantuan pemetaan digital
untuk rancang bangun system informasi geografi yang
akan mendukung program:
• Percepatan pelayanan sambung baru dan pencarian
lokasi pelanggan (komplain pelanggan)
• Monitoring kinerja pembaca meter dalam rangka
meningkatkan penjualan air dan menurunkan tingkat kehilangan
air (NRW)
• Basis data untuk melakukan simulasi jaringan
distribusi dan penurunan kebocoran pipa (UfW)
• Pengembangan pelayanan.
(c) Migrasi Sistem Informasi Manajemen dari under DOS
ke under Windows dan Integrasi pelayanan on-line untuk
loket-loket pembayaran (Payment Point).
(a) Tingkat kehilangan air
masih relatif tinggi sekitar 38 % terutama disebabkan
oleh URW.
(b) Cakupan pelayanan masih relatif rendah (48 %) karena
untuk menjangkan distribusi penyebaran penduduk masih
diperlukan investasi jaringan pipa.
(c) Tarif (dasar) masih relatif rendah (untuk Rumah
Tangga 1 Rp.600/m3, berlaku sejak Oktober 2000), sementara
harga jual rata-rata sekitar Rp.1.250/ m3, diperkirakan
tariff dasar Tahun 2003 minimal Rp.900/ m3.
(d) Biaya listrik telah menempatkan biaya yang paling
besar dalam struktur biaya (sekitar Rp.310 juta/ bulan
atau sekitar 24 % dari pendapatan, disusul dengan Gaji
pegawai).
(a) Semua Direksi telah
mengikuti pelatihan Manajemen Utama (Direktur Utama)
dan Manajemen Madya (Direktur Bidang).
(b) Sosialisasi/ pelatihan Good Corporate Governance
(GCG) bekerjasama dengan Kantor Perwakilan BPKP Prop.
Jambi dan BPKP Pusat.
(c) Pendidikan Diploma untuk staff/ karyawan di Akademi
Tirta Wilayata Magelang.
(d) Pelatihan Teknik (Operasi dan Pemeliharaan) bagi
Staff yang diselenggarakan bekerja sama:
• Akatirta Magelang
• Pabrikan (Pompa, Panel Listrik, dll)
• Pelatihan FRAP.
(e) Program Donor (belum ada yang berjalan)
|