| |
PERPAMSI, dengan bantuan finansial
USAEP, mengorganisir seminar 2 (dua) hari di Jakarta
untuk 11 (sebelas) instansi yang saat ini mengoperasikan
sistem pengolahan air limbah. Hal ini mungkin belum
pernah dilakukan sebelumnya, antara lain dikarenakan
tidak ada organisasi tingkat nasional untuk operator
sistem air limbah.
Tujuan daripada seminar ini ada 3,
antara lain :
(1) Sebagai pertukaran pengalaman, masalah-masalah yang
umum, menjawab pertanyaan dibidang-bidang yang berbeda
(2) Mengetengahkan pengalaman dari Operator Air Limbah
di Malaysia, kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini,
kesempatan pelatihan dan sistem sanitasi yang terdesentralisasi
(3) Menciptakan jaringan, FORKALIM (Forum Komunikasi Air
Limbah) sebagai institusi yang berpartisipasi dalam meningkatkan
ketentuan pelayanan oleh operator air limbah.
Peserta seminar ini berasal dari 11 lokasi yang berbeda
:
• PDAM Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Medan,
Kota Surakarta, Kota Banjarmasin dan Kota Bengkulu
• DINAS Kota Yogyakarta, Kota Bogor, Kota Tangerang
(2 bidang yang berbeda, industri & perumahan)
• PD PAL JAYA
Sebagai tambahan, ada beberapa peserta
dari beberapa instansi :
• Akademi Tirta Wiyata, Sekolah Teknik di
Magelang (Program Diploma dalam bidang Teknik Lingkungan)
untuk keseluruhan seminar
• Indah Water Konsortium, Malaysia (bertanggung jawab
kepada seluruh Sistem Pengolahan Air Limbah di Malaysia)
untuk keseluruhan seminar
• PT. Biothane (Anggota Luar Biasa), perusahaan yang
berkecimpung dalam proses Pengolahan Air Limbah Anaerobic
di Asia Tenggara untuk keseluruhan seminar
• Bank Dunia, sebagai moderator pada salah satu sesi
dalam bidang persoalan-persoalan keuangan dan kelembagaan.
Ada beberapa presentasi, antara
lain dari :
• PERPAMSI - Data Ringkasan dan persoalan-persoalan
kunci dari kuesioner yang dikirimkan (data terlampir)
• Indah Water - Sistem pengolahan air limbah di
Malaysia
• Kimpraswil - Kebijakan pemerintah terkini dalam
bidang air limbah
• IATPI - Program Sertifikasi dan pelatihan operator
dalam bidang air limbah
• BEST - Sistem pengolahan air limbah terdesentralisasi
(sistem komunitas sanitasi oleh NGO di Kabupaten Tangerang)
• Peserta - PDAM Surakarta, Medan, PD Pal Jaya, DINAS Yogyakarta
Persoalan-persoalan kunci diidentifikasikan
dalam kuesioner dan selama workshop dapat dirangkum sebagai
berikut : Teknis :
• Sebagian daripada sistem yang ada saat ini sudah
tua (peninggalan jaman Belanda); dan membutuhkan rehabilitasi
(penggantian dan memperbesar diameter)
• Kadang-kadang elevasi daerah hilir lebih tinggi
daripada didaerah hulu, akibatnya parit dan pengumpulan
ruang sangat rendah
• Kebocoran pada sambungan antara pipa dan sambungan
rumah, akibatnya terjadi resapan dan kontaminasi pada
air dibawah tanah
• Aliran listrik yang tidak stabil
• Sulitnya menangani "air limbah yang berat"
seperti minyak, deterjen, limbah-limbah industri, dll.
Institusional :
• Pengolahan yang ada saat ini ditangani oleh
3 institusi (PDAM, PEMDA / DINAS dan PD) yang masing-masing
mempunyai kekuatan dan kelemahan.
• Oleh PDAM : Biaya subsidi diperoleh dari pendapatan
air yang disuplai; pengurangan cashflow / ekuiti untuk
peningkatan air minum. Pembiayaan lebih mudah dilakukan
melalui rekening air.
• Oleh DINAS : Lebih mudah memperoleh subsidi
(anggaran operasional) dari PEMDA. Sangat sulit menarik
pembayaran dari masyarakat apabila dibayar melalui pembayaran
langsung.
• Oleh PD : sulit untuk memperluas bahkan untuk
break even ; untuk pembayaran rekening membutuhkan hubungan
dengan department lain (sebagai sanksi).
• Belum diperoleh suatu pengolahan yang baik yang
dapat mencapai manajemen yang mandiri dan Full Cost
Recovery ).
Keuangan :
• Sistem "pembayaran dikaitkan dengan yang menyebabkan
polusi", yang berarti setiap orang dalam cakupan area
tertentu memberikan kontribusi terhadap pencemaran dan
perlu mengeluarkan biaya, yang belum diaplikasikan di
Indonesia.
• Hal ini telah dilakukan, sebagai contoh dengan
mencantumkan biaya limbah didalam pajak tanah milik
dan / atau dalam obligasi untuk pembangunan perumahan-perumahan
estate yang baru.
• Sistem pembayaran yang beragam, diantara terdapat
di :
- Pembayaran langsung hanya untuk
sambungan-sambungan air limbah
- Pembayaran melalui rekening air
minum hanya untuk sambungan-sambungan air limbah
- Biaya tambahan (25 - 30%) untuk
seluruh sambungan air minum
• Pembayaran bulanan untuk sambungan perumahan
berkisar antara Rp. 500,- s/d Rp. 12.000,- per bulan
per sambungan.
Pada akhir seminar, seluruh peserta menyetujui dengan
pembentukan FORKALIM (Forum Komunikasi Air Limbah),
yang digagas oleh PERPAMSI dan terbuka untuk keanggotaan
oleh seluruh instansi yang mengoperasikan sistem pengolahan
air limbah (PDAM, DINAS dan PD).
Tujuan Utama FORKALIM :
"Untuk membantu para anggota meningkatkan performance
mereka dalam hal penanganan pelayanan dibidang air limbah.
Hal ini meliputi peningkatan efisiensi dalam hal operasional
dan manajemen, mencapai kelangsungan dibidang keuangan
dan advokasi untuk pembaharuan disektor air limbah untuk
meningkatkan kebijakan lingkungan"
Mitra kerja FORKALIM, antara lain :
• Badan-badan donor untuk keahlian, dukungan keuangan
• Departemen Pemerintah Pusat untuk pembangunan
kebijakan, dan kampanye kesadaran
• Pemerintah Daerah / DPRD untuk pembangungan
kesadaran, dukungan kampanye
• NGO's (lokal & internasional) untuk masyarakat
/ program sanitasi terdesentralisasi
Kegiatan-kegiatan yang dimungkinkan :
(1) Manajemen / Operasional
• Studi banding (sistem, teknologi dll)
• Pertukaran pengalaman (didalam dan diluar negeri)
• Seminar / Workshop
- Tatanan-tatanan institusional
- Keuangan Ibukota <=> biaya operasional,
Sistem retribusi
- DEWATS
• Proyek-Proyek Percontohan (Pilot Project), seperti
kombinasi formal
- didasarkan pada sistem komunitas
• Membangun & mengoperasikan database / perpustakaan
/ dan website PERPAMSI untuk pertukaran informasi &
pengalaman
(2) Pengembangan Sumber Daya Manusia
• Program-program pelatihan
- Teknis (pengoperasian dan pemeliharaan)
- Manajemen / Kelembagaan
- Humas (Public Relation)
• Study Tour (dalam dan luar negeri)
• Magang antara perusahaan-perusahaan
(3) Hubungan Masyarakat / Humas (Public Relation)
• Kampanye Publik
- Pemerintah (daerah & pusat) / Parlemen
- Masyarakat Umum (kesadaran)
• Hubungan pelanggan
- Pembayaran / informasi / sistem pengaduan
- Survey Pelanggan (pelayanan <=> keinginan untuk membayar)
Action plan 2003 :
• Pendirian forum FORKALIM secara formal / resmi di PERPAMSI
• Mengundang 11 instansi yang mengoperasikan sistem air limbah saat ini untuk bergabung dalam FORKALIM
• Menginformasikan para mitra (badan-badan donor, pemerintah & NGO) tentang pendirian FORKALIM
• Memeriksa lokasi-lokasi tambahan yang mungkin
mempunyai sistem pengolahan air limbah (Surabaya, Semarang,
Malang, Makasar, dll)
• Membangun / mengembangkan Rencana Kerja untuk tahun 2004 - 2005 : (pelatihan, seminar, studi banding, kampanye publik,
dll).
|
|