| |
CERTIFICATION
and TRAINING
for NETWORK IMPROVEMENT PROJECT (CATNIP)
USAID - PERPAMSI
ZONA AIR MINUM PRIMA ( ZAMP )
Juni 2003 -
September 2004, PERPAMSI bekerjasama dengan US-AID melaksanakan
program CATNIP (Certification and Training for Network
Improvement Project). Proyek ini dimaksudkan untuk peningkatan
kualitas air minum melalui program sertifikasi dan pelatihan
untuk perbaikan jaringan perpipaan PDAM. Sebagai tahap
awal dipilih 3 (tiga) PDAM yaitu Medan, Bogor dan Malang
sebagai area percontohan untuk mewujudkan pelayanan
air yang langsung minum (potable water) di salah satu
zone yang ditentukan. Kriteria zone antara lain jaringan
pipa distribusi relatif masih baru dan terisolasi, pengaliran
24 jam, tekanan baik, ada alternative suplay , sumber
air baku bagus dan masyarakatnya bersedia menerima program
tersebut.
Program
ini disebut dengan istilah ZAMP singkatan dari Zona
Air Minum Prima, yaitu zona khusus yang ditetapkan oleh
PDAM untuk layanan air siap minum. Artinya, air yang
disalurkan ke kawasan tersebut sudah sehat dan aman
untuk diminum langsung dari kran meter pertama. Dengan
demikian air dapat diminum langsung dari kran rumah,
tanpa perlu pengolahan lain seperti perebusan atau penyulingan
ulang karena telah melewati proses pengolahan untuk
menjamin kualitas yang bebas dari bakteri dan bahan
kimia berbahaya ( sesuai standar KEPMENKES No. 907/2002
)
Langkah pertama yang sangat penting adalah membangun komitmen dari
manajemen dari 3 (tiga) PDAM untuk mendukung program ini. 2 (dua) orang
volunteer Tenaga Ahli dalam penyediaan air minum dari American Water
Work Associations (AWWA) akan menyertai tim CATNIP, yaitu Mr. Peter
Nathanson dan Mr. Tracy Townsend.Beberapa kesimpulan penting untuk 3
PDAM dari tenaga ahli AWWA antara lain; pentingnya perbaikan sistem
produksi dan distribusi termasuk sistem operasi dan pemeliharaan,
penyusunan SOP yang sesuai, dan pelatihan terhadap operator PDAM yang
dikunjungi.
Survey Awal Tujuan survey adalah untuk
mendapatkan profil pelanggan, tanggapan terhadap pelayanan
PDAM termasuk willingness to pay. Kesimpulan yang diperoleh
antara lain, pelanggan sebagian besar mendukung wilayah
air minum, yang merupakan inovasi PDAM, bersedia membayar
kenaikan air apabila diperlukan. Dari survey awal ini
bisa diketahui pula bahwa citra PDAM cukup positif dimata
pelanggan.
Lokakarya "RETREAT" dan Studi Banding
"Retreat", merupakan salah satu kegiatan berbentuk loka-karya,
dari serangkaian kegiatan-kegiatam CATNIP, yang bermaksud
untuk mendapatkan komitmen, menyamakan persepsi, dan
menyamakan langkah guna mewujudkan pelayanan dengan
kualitas air minum. Karena sampai dengan bulan keenam
berjalan, dirasakan masih belum terdapat dukungan dan
komitmen yang kuat dari 3 (tiga) PDAM untuk melaksanakan
pelayanan dengan kualitas air yang memenuhi syarat bakteriologis.
Untuk itu dipandang perlu untuk melihat kenyataan penerapan
wilayah dengan air yang siap minum, yang sudah ada di
PDAM Kab. Buleleng dan Lippo Karawaci.
Komitmen Dan
Sasaran Kebijakan Mutu Untuk memperoleh komitmen
sesuai dengan tujuan-tujuan sistem manajemen mutu, Tim
CATNIP melaksanakan kegiatan pelatihan, diskusi dan
tugas kelompok kepada jajaran manajemen puncak di PDAM,
selama 2 (dua) hari berturut-turut, secara khusus dilakukan
pula pada Ka.Bag. dan staff PDAM yang terlbat dalam
pelaksanaan ZAMP. Ruang lingkup dan komitmen perbaikan
pada umumnya meliputi perbaikan di sumber (air baku),
transmisi dan distribusi, dan penanganan & pelayanan
pelanggan. Sasaran kebijakan mutu harus bisa dinyatakan
dengan terukur (measurable), dan bisa dicapai (achievable).
Dengan adanya sasaran ini, maka semua upaya peningkatan
bisa difokuskan.

Identifikasi
Kebutuhan SOP dan IK Identifikasi SOP dan IK
melibatkan semua personil yang bertanggung jawab pada
fungsi-fungsi yang terkait, dari kepala bagian atau
manajer, kepala seksi atau ass. Manajer dan para operator.
Pada intinya semua SOP dan IK, adalah untuk menjabarkan
operasi dan pengambilan keputusan pada lingkup sistem
manajemen mutu yang telah disepakati didepan, yaitu;
a) SOP & IK Produksi
b) SOP & IK Laboratorium
c) SOP & IK Transmisi & Distribusi
d) SOP & IK Komunikasi Internal & Eksternal
Sosialisasi
Kepada Jajaran PDAM dan Pelanggan Proses sosialisasi
internal sangat penting untuk membangun komitmen dari
semua staff terkait ., sehingga ada pemahaman yang menyeluruh
dalam penyusunan pola kerja ( Standard Operation Procedure
), pelaksanaan dan pengawasannya. Masyarakat luas tetap
menjadi target sosialisasi berikutnya, dan selama proses
sudah muncul yang mengarah pada kecemburuan sosial.
Isu-isu tersebut berkenaan dengan perbedaan pelayanan
antara daerah ZAMP dan daerah diluar ZAMP. Dalam hal
ini survey awal menjadi sangat penting, karena dari
survey tersebut didapatkan data-data akurat yang akhirnya
menghasilkan suatu strategi ke depan untuk pendekatan
kepada pelanggan.
Survey Kepuasan
Pelanggan
Ketiga PDAM telah menyelesaikan SKP dan beberapa hal
yang menarik dari hasil survey PDAM Kota Bogor untuk
50 orang responden antara lain sebagai berikut :
a) Pelanggan mengetahui bahwa air ZAMP dapat langsung
diminum (78%)
b) Aspek yang paling memuaskan 2 bulan terakhir ini
adalah: kualitas Air
(78%)
c) Alasan pelanggan ZAMP belum berani dan yakin sepenuhnya
untuk minum langsung dari kran
antara lain disebabkan : kebiasaan minum air dimasak
dahulu ( 68%), mempergunakan
air kemasan untuk minum ( 48% ), meragukan
kualitas air ZAMP ( 46%)
Aspek Tarif
Dalam ZAMP
Dengan adanya program Zona Air Minum Prima (ZAMP), maka
tariff untuk Zona yang dilayani perlu ditinjau kembali.
Kelompok pelanggan yang termasuk wajib tarif antara
lain; rumah tangga, kegiatan usaha/badan usaha, fasilitas
umum dan fasilitas sosial. Masing-masing wajib tarif
mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda, demikian
juga dengan air yang dikonsumsikan. Atas dasar perbedaan
ini, perlu dilakukan pengelompokan wajib tarif, dimana
dengan pengelompokan tersebut dapat diterapkan konsep
subsidi silang antar wajib tarif . Kelompok wajib tarif
diatas diberi bobot tertentu, sesuai penggolongan tarif
yang ada sekarang. Besarnya tarif diharapkan tidak melebihi
dari tingkat kemampuan masyarakat. Langkah-langkah yang
perlu diperhatikan dalam menentukan biaya tarif :
a) Pendapatan rata-rata rumah tangga per bulan
untuk rumah tangga berpendapatan
tinggi, sedang dan rendah
b) Biaya pengelolaan air minum per tahun
Lokakarya Regional
dan Seminar nasional Bentuk lokakarya regional
berupa suatu diskusi panel, semacam "talk show" interaktif,
dengan suasana semi informal, selama setengah hari.
Lokakarya di wilayah masing-dihadiri oleh kepala daerah
setempat, jajaran dinas terkait, Dep Kesehatan RI, Dinas
Kesehatan, LSM, wartawan dan perwakian dari para pelanggan,
publik dan mass media. Masukan dan rekomendasi yang
penting dari hasil lokakarya antara lain; PDAM konsisten
dalam pelaksanaan ZAMP dan program ZAMP berkelanjutan
dan tidak hanya di satu lokasi tetapi diteruskan di
lokasi lain, termasuk kalangan masyarakat yang benar-benar
membutuhkan Sedangkan Lokakarya Nasional di selenggarakan
di Hotel Santika Jakarta pada tanggal 31 Agustus 2004,
dihadiri 50 peserta dari lembaga-lembaga tingkat Nasional
baik dari pemerintah, swasta, LSM yang terkait dan PDAM-PDAM.
Dari hasil seminar diperoleh masukan dan kesimpulan
penting antara lain;
1) supaya ZAMP tidak berhenti pada proyek, namun
berkelanjutan sehingga semua
wilayah dalam PDAM dan keseluruhan PDAM menerapkan ZAMP.
2) Apabila ZAMP bisa diterapkan diseluruh PDAM
di Indonesia, akan terdapat kontribusi
yang cukup besar dalam menurunkan angka penyakit.
3) Mendorong segera dibentuk badan sertfikasi,
sebagai upaya untuk meningkatkan
kualitas air minum di Indonesia.
Diharapkan dengan adanya pilot ini didapat
suatu pola yang bisa dikembangkan oleh seluruh PDAM yang ada di Indonesia,
untuk meningkatkan standard pelayanan air minum sehingga kelak dikemudian
hari seluruh PDAM bisa melayani konsumen dengan standard kualitas air minum.
|
|