Informasi Tabel Indikator Biaya & Pengembalian Aktiva Anggota
Sistem Benchmarking
2004
1. Sekilas Pemahaman Indikator Kinerja
Sistem Benchmarking PDAM (BMS2) memiliki
29 Indikator Kinerja yang bersumber dari 4 aspek/ bidang, merupakan suatu
indikator kinerja kunci ( Key Performance Indicator) yang membantu menterjemahkan
kinerja perusahaan secara sistematis dan komprehensif. Bahwa berdasarkan
analisa data benchmarking Tahun 2004, terdapat hubungan yang saling mempengaruhi
(korelasi) yang signifikan dalam pencapaian indikator kinerja PDAM. Dengan
memahami prilaku perubahan data dan analisa antar indikator kinerja yang
dapat diperbandingkan, Tim Internal Benchmarking mampu melakukan interprestasi/
penafsiran atas korelasi dalam pencapaian kinerja PDAM.
Definisi
indikator P1, S1, S3 & S2
1. Rasio biaya operasi (P1) adalah suatu
angka yang menunjukan tingkat kemampuan pendapatan operasi untuk menutup
biaya operasi, namun tidak termasuk biaya bunga/
denda dan penyusutan
2. Tingkat Pemulihan Biaya (S1) adalah suatu angka yang menunjukan tingkat
kemampuan pendapatan operasi untuk menutup seluruh biaya operasi, termasuk
biaya bunga/ denda dan penyusutan
3. Biaya Operasional per M3 Air Terjual (S3) adalah suatu angka yang menunjukan
besarnya biaya operasional untuk penjualan air per M3
4. Tingkat Pengembalian Aktiva Tetap (S2) adalah suatu angka yang menunjukan
tingkat kemampuan laba operasional mengembalikan nilai aktiva tetap.
Kalau kita memahami definisi
dan tujuan dari masing-masing indikator diatas, terdapat korelasi
yang signifikan antara pencapaian angka indikator kinerja P1,
S1 dan S3 dengan indikator S2.
Penyajian Tabel Korelasi angka kinerja benchmarking 2004, untuk
memberikan simulasi bagaimana pengaruh masing-masing indikator hasil
kinerja terhadap kontribusi pengembalian tingkat aktiva.
Resume Korelasi Biaya dan Tingkat Pengembalian Aktiva
Berdasarkan hasil pengolahan data dari
anggota benchmarking tahun 2004 sebanyak 49 (empat puluh sembilan) PDAM,
diperoleh informasi sebagai berikut :
Angka pencapaian Rasio Biaya Operasi (P1)
PDAM diatas 100% belum menunjukan tingkat pengembalian aktiva yang positif,
artinya belum dapat dipastikan PDAM memperoleh
laba.
Angka Tingkat Pemulihan Biaya (S1) yang
mencapai 100% atau lebih dapat dipastikan PDAM cenderung memperoleh
laba operasi bersih.
Rata-rata Biaya Operasional per M3 ( S3)
sebesar Rp 1.432/M3, angka maksimal 2.953/M3 dan terendah Rp 592,-/m3
Rendahnya biaya operasional per M3 air
terjual tidak selamanya berkontribusi positif terhadap perolehan laba
( tingkat pengembalian aktiva)
Angka Rata-rata Biaya Operasional per M3
Air Terjual (S3) paling rendah sebesar ( Rp 592/M3), tetapi tingkat
pengembalian aktivanya positif dapat dicapai oleh PDAM yang sumber
airnya dari mata air /gravitasi yang biaya energinya cenderung dibawah
10%.
Proporsi Tingkat Pemulihan Biaya (S1) yang
relatif kecil dibandingkan dengan Rasio Biaya Operasi (P1), menunjukan
tingginya beban biaya bunga dan penyusutan yang
harus ditanggung oleh PDAM dibandingkan dengan pendapatan yang diterima
Informasi detail berkaitan dengan adanya korelasi antara indikator biaya terhadap Tingkat Pengembalian Aktiva dapat dilihat pada pada tabel berikut :
TABEL
KORELASI INDIKATOR KINERJA SISTEM BENCHMARKING PDAM