![]() |
| Dua Bulan Air PDAM Macet http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=51100&c=40 Warga Panggungrejo Protes Keras "Warga dipaksa beli air di daerah luar, sampai 24 jam. Itupun harus mengeluarkan minimal Rp 5 ribu setiap harinya. Kalaupun ada kiriman tangki air dari PDAM, tidak bisa mencukupi kebutuhan 700 KK yang tinggal di Panggungrejo," ungkapnya blak-blakan.Mewakili ratusan warga Panggungrejo lainnya, Cholili bersama H Romli, dan Sofwan tokoh masyarakat lainnya mengaku sudah seringkali mengeluhkan kondisi ini ke pihak PDAM. Sayangnya tidak pernah ada tanggapan serius. Fatalnya lagi, warga justru merasa dipermainkan karena usai menyampaikan protes air langsung dialirkan, tapi hanya berlangsung sesaat. Setelah itu, lagi-lagi air macet total. Warga juga mengadukan kejanggalan-kejanggalan yang dialami oleh pelanggan PDAM di desa mereka. Dari 700 KK yang tinggal di Panggungrejo, memang hanya ada sekitar 147 KK yang tercatat sebagai pelanggan PDAM. Anehnya, yang bisa dialiri PDAM tidak lebih dari enam rumah. Tidak heran air bersih di 6 rumah itu jadi sumber antrean warga. Sementara, 141 pelanggan PDAM lainnya tetap harus membayar kewajiban mereka. Meski tidak pernah bisa menikmati fasilitas PDAM seperti pelanggan yang semestinya. "Kami tidak main-main lagi saat menyampaikan protes yang kesekian kalinya. PDAM harus memperhatikan penderitaan kami. Mereka sudah membuat kami sebagai pelanggan kecewa selama bertahun-tahun lamanya. Sampai kapan, kami bisa nyaman menikmati fasilitas PDAM seperti yang dirasakan pelanggan lain," tegas Haji Romli salah satu tokoh masyarakat Panggungrejo.Protes ini serta merta mendapat jawaban dari Direktur PDAM, Kamil HS. Awalnya dia berusaha menjelaskan beberapa faktor teknis sebagai alasan kenapa air di Kelurahan Panggungrejo sering macet. Tapi, jawaban yang dianggap klasik itu tidak diterima warga 100 persen. Akibatnya, selang beberapa saat kemudian direktur PDAM sepakat membuat perjanjian secara tertulis, di atas selembar kertas. Perjanjian itu ditandatangani Kamil HS, dan juga Cholili sebagai perwakilan warga. Ikut menyaksikan, A. Hasani, dan Sulchan HS, dari Komisi B DPRD Kota Pasuruan."Di atas selembar kertas ini kami selaku direktur PDAM berjanji. Paling lambat dua minggu setelah pertemuan ini aliran air PDAM di Kelurahan Panggungrejo kembali lancar," tukas Kamil.Meski hanya sebuah perjanjian singkat, warga akhirnya puas dan bersabar menunggu selama dua minggu. Terhitung setelah pertemuan mereka kemarin. Hanya saja jika janji ini tidak terbukti, warga mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa ke DPRD, dan juga wali kota. (via)
|