![]() |
| Proyek Limbah Dimulai, PDAM Denpasar Waswas http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2004/5/15/b15.htm Denpasar
(Bali Post) - ''Kami sampai menyiapkan tim untuk mengawasi teknis pembongkaran jalan. Memang pada tahap uji fisik kendala lapangan tak begitu serius, namun saat realisasi semua harus diawasi ketat,'' ujar Direktur PDAM Denpasar Ir. Pasek Adiantara, M.M., Jumat (14/5) kemarin. Dikatakannya, tim yang dibentuk PDAM ini akan ditugaskan melakukan monitor lapangan mengingat jalur-jalur yang dibongkar nantinya menjadi jalur distribusi utama PDAM. ''Pimpro DSDP jangan sampai membiarkan tenaga lapangannya tanpa kontrol. Jika satu pipa induk pecah, penutupan distribusi air pasti terjadi,'' jelasnya lagi. Dikatakannya, pipa induk yang dipasang di Jalan Nangka berukuran 600 ml dan menjadi jaringan utama distribusi air di Kota Denpasar. Untuk itu, setelah pihak kontraktor mengetahui kandungan material PDAM, Telkom dan PLN, diharapkan melakukan koordinasi terpadu. ''Ini untuk kenyamanan bersama. Kontraktor harus meminimalkan ekses dari pembongkaran jalan untuk kepentingan DSDP,'' ujarnya. Pasek mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kontraktor dan pimpro. Namun yang namanya proyek fisik, tindakan tenaga lapangannya bisa saja membuat hal-hal yang sudah diantisipasi secara teoritis bisa berdampak fatal. Selebihnya, Ketua Komisi D DPRD Kota Denpasar I Wayan Purna, S.Sos. juga mengingatkan agar kontraktor profesional menangani proyek ini. Terlebih media yang digarap adalah jalan-jalan induk yang merupakan simpul-simpul kemacetan kota. Jika sampai perencanaan realisasi menyimpang di lapangan, kontraktor harus bertanggung jawab. ''Pola sosialisasi harus dimatangkan, mengingat jalur-jalur yang digarap nantinya bersinggungan dengan kepentingan publik. ''Eksekutif harus responsif dan ekstra ketat dalam melakukan kontrol dan pengawasan. ''Jika proyek ini sampai berjalan alot dengan berbagai kendala teknis di lapangan, harus cepat dicarikan solusi,'' ujarnya. Purna juga mengingatkan agar kontraktor bertindak selaku pihak pengganti atas material jaringan PDAM jika nantinya ada kerusakan. Pihaknya tak ingin, akibat kesalahan teknis kontraktor melakukan pembongkaran, kerusakan jaringan PDAM dibebankan kepada perusahaan. ''Kejelasan aturan main dalam mengantisipasi kejadian di luar perhitungan teknis harus dibuat,'' sarannya. Proyek pengolahan limbah cair yang diluncurkan di Denpasar digarap oleh TOA PP Joint Cooperation dengan alokasi dana mencapai Rp 165 milyar. Proyek ini dirancang untuk mengantarkan limbah cair di Kota Denpasar menuju IPLT Pesanggaran dengan panjang pipa saluran mencapai 46,8 km. Saat ini, kontraktor sedang melakukan uji kandungan material jaringan di bawah tanah termasuk mengidentifikasi struktur tanah. Selain di Jalan Nangka, uji fisik juga dilakukan di wilayah Sesetan dan jalan By-pass Ngurah Rai. (044)
|