![]() |
| Biaya Olah Air PDAM Bakal Naik http://www.suaramerdeka.com/harian/0405/24/ban01.htm - Berkait Penutupan Saluran dan Kemarau
Untuk mengolah air baku biasa, ujar dia, hanya butuh biaya Rp 1.750/m3. Namun untuk mengolah air baku yang bercampur air laut membutuhkan biaya Rp. 2.200/m3 atau naik Rp. 450/m3.''Kenaikan terjadi karena untuk mengolah air baku bercampur air laut butuh tawas, kaporit, dan komponen lain dalam jumlah lebih besar daripada mengolah air baku biasa.'' PDAM Cilacap berupaya meminimalkan pembengkakan biaya. Salah satu cara dengan mengajukan permintaan ke pengairan agar penutupan jalur air menuju ke IPA PDAM tak terlalu lama. ''Kami tahu penutupan yang akan dilakukan Juli-September demi perbaikan saluran khusus karena saluran itu juga untuk jalur suplai air petani. Namun saya harap penutupan tidak selama itu,'' kata dia.PDAM saat ini juga berpikir membangun saluran air baku baru. Jadi walau jalur ke IPA ditutup, mereka tetap bisa mengambil air baku yang bebas dari air laut.''Namun ini baru pemikiran karena biaya untuk membangun saluran baru jelas tidak kecil,'' kata Budi. Berdasar data di Kantor PDAM Cilacap, saat ini PDAM Cilacap memiliki empat fasilitas IPA. Yakni, IPA Kesugihan dengan kapasitas olah 250 l/detik, Majenang 15 l/detik, Sidareja 20 l/detik, dan Maos 25 l/detik.Pelanggan sampai saat ini 30.106. Adapun pelanggan aktif 29.564. Tahun 2003 PDAM Cilacap merugi Rp 250 juta. Apakah kenaikan biaya olah akan dibebankan ke pelanggan dengan menaikkan harga air? Budi Handoko menjawab tidak. ''Keputusan menaikkan harga air tak bisa diambil serta merta. Prosesnya lama. Digodok dulu baru diajukan ke DPRD. Apalagi dalam kondisi seperti sekarang kurang tepat mengalihkan beban ke pelanggan,'' kata dia.Dia mengatakan bila penutupan tak dapat dipersingkat dan ongkos olah air baku tetap tinggi, satu-satunya pemecahan adalah efisiensi di segala bidang. Jadi PDAM keluar biaya besar, namun ada penghematan untuk menghindari kerugian. (G21-86)
|