![]() |
| DIPERTANYAKAN, PERPANJANGAN JABATAN DIRUT PDAM Direktur Utama (dirut) PDAM Badung Ir. Gede Rai Mandya yang sudah habis masa jabatannya beberapa bulan lalu, kini mulai dipertanyakan baik di kalangan eksekutif maupun legislatif. Bahkan penunjukan kembali Ir. Rai Mandya sebagai pelaksana harian (Plh) oleh Bupati Badung AAN Oka Ratmadi, dinilai agak ganjil karena banyak orang yang memenuhi syarat untuk menduduki jabatan tersebut. Beberapa sumber kepada DenPost, Kamis (1/4) kemarin mengatakan, ditunjuknya Rai Mandya sebagai plh karena Bupati AAN Oka Ratmadi merasa ewuh pakewuh untuk menunjuk orang dengan alasan banyak pejabat penting di Badung yang sudah mengelus jagonya untuk ditempatkan pada jabatan puncak di PDAM. ‘’Saya dengar banyak pejabat di Badung baik di eksekutif maupun legislatif yang sudah mengelus jago untuk ditempatkan sebagai dirut PDAM, sehingga Pak Cok Rat-panggilan akrab Ratmadi agak sulit menentukan pilihannya,’’ ujar sebuah sumber. Sumber yang enggan disebutkan namanya menegaskan, sejak lama jabatan dirut PDAM sudah menjadi incaran. Bahkan tahun lalu PDAM Badung sempat digoyang dan dikoreksi dewan, gara-gara perusahan daerah itu tak mampu memberikan kontribusi yang memadai. Sebenarnya, kata sumber yang mengaku tahu persis siapa saja pejabat yang sedang mengelus jagonya itu, penggoyangan terhadap PDAM bukan semata-mata karena kontribusi yang diberikan kecil. Justru penggoyangan itu bermuatan politis, untuk secepatnya bisa menaruh orang-orangnya di posisi tertentu. Terlepas dari kemungkinan adanya muatan politis, penggoyangan PDAM oleh legislatif beberapa waktu lalu karena memang kinerja PDAM dinilai kurang memenuhi standar. Akibatnya beberapa target yang ditetapkan tidak tercapai. Bahkan Ketua F Partai Golkar AA Putu Januraga termasuk orang yang paling vokal melakukan koreksi terhadap PDAM. Ini disebabkan karena sebagai satu-satunya perusahan daerah yang diharapkan mampu medongkrak pendapatan asli daerah (PAD), ternyata sangat mengecewakan. "Kita memang melihat kinerja PDAM perlu dilakukan perbaikan, sehingga kontribusi terhadap pendapatan daerah bisa ditingkatkan," kata AA Januraga beberapa waktu lalu. Ketua Komisi C DPRD Badung Ir. Ketut Sugiana juga sempat melontarkan kritik terhadap kinerja PDAM ini. Menurut tokoh PDIP Abiansemal ini, kinerja dan SDM di PDAM memang perlu dilakukan pembenahan. Dengan pembenahan di sektor SDM inilah diharapkan kontribusinya terhadap pendapatan daerah akan bisa ditingkatkan.(Kereneng, DenPost, Jumat, 2 April 2004) Sumber : (http://www.denpasarpost.tv/2004/04/02/badung.htm)
|