PERPAMSI - Persatuan Perusahaan Air Minum di Seluruh Indonesia
klik di sini untuk cetak

Air PDAM Macet, Ribuan Pelanggan Di Sigli Mengeluh

Ribuan pelanggan PDAM Tirta Mon Krueng Baro Sigli, mengeluh karena distribusi air PDAM ke wilayah itu terhenti (macet) sejak Januari lalu menyusul terjadinya kerusakan parah terhadap dua mesin pompa distribusi yang disebabkan oleh banjir besar.

Mencuatnya keluhan ini, karena ribuan pelanggan kini terpaksa mengkonsumsi air payau yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan atau terpaksa membeli air dari mobil tangki PDAM sendiri dan gerobak sorong penjaja air bersih lainnya.

Sebagaimana dikemukakan Syahrun, salah seorang pelanggan di Kelurahan Blok Sawah, Kota Sigli kepada Waspada, Kamis (18/3). Menurut dia, distribusi air kepada pelanggan selama ini terhenti total, malah kondisi ini sudah terjadi hampir tiga bulan pasca banjir besar melanda Sigli, Januari lalu.

Anehnya, sampai kini pihak PDAM belum mampu untuk menanggulanginya, timpal Maskur pelanggan lainnya. Yang sangat disayangkan lagi, kata dia, para pelanggan yang kebetulan tinggal di pesisir pantai, setiap hari harus membeli air tawar pada penjaja dengan harga tinggi.

Berkaitan ini, pihaknya mengimbau agar PDAM setempat segera turun tangan untuk menanggulangi permasalahan air tersebut.

Krisis Air Berlanjut

Sumber Waspada di DPRD Pidie menyebutkan, PDAM Mon Krueng Baro Sigli sejak dulu memang sudah tak berdaya memenuhi kebutuhan air minum (bersih) kepada pelanggannya. "Sudah empat bupati yang memegang kendali Pidie, persoalan air bersih tak kunjung beres, meskipun pihak dewan setiap saat menyoroti persoalan krisis air tersebut," ujar sumber di dewan setempat.

Dewan juga memperkirakan persoalan krisis air bersih di Pidie dan Kota Sigli sekitarnya akan terus berlanjut. "Apalagi Bupati Pidie mengaku lupa menganggarkan dana dalam APBD 2004 untuk sektor/pos PDAM yang sudah sekarat itu," katanya.

Hal itu juga sebagaimana diakui Bupati Pidie Ir. H. Abdullah Yahya, MS, pihaknya mengaku lupa mengalokasikan dana untuk menanggulangi persoalan yang dihadapi PDAM ke dalam APBD 2004. Karena, menurut Bupati Abdullah, untuk menanggulangi persoalan yang dihadapi PDAM itu sudah ada sumber dana dari APBN senilai Rp 400 juta lebih.

Direktur PDAM Tirta Mon Krueng Baro Sigli Drs. H. Asmadi Ajie kepada Waspada mengatakan, terjadinya gangguan pelayanan air bersih untuk masyarakat karena semua mesin pompa dan pipa PDAM mengalami rusak parah akibat terendam lumpur tebal, menyusul banjir besar melanda daerah itu Januari lalu.

Menurut Asmadi Ajie, kerusakan tekhnis pada jaringan pendistribusian air kepada pelanggan sudah diupayakan perbaikannya sebulan yang lalu, tapi karena keterbatasan dana sehingga persoalan air bersih itu belum tuntas seluruhnya. "Sedangkan sebagian pelanggannya sudah menikmati kembali distribusi air bersih dari pihak PDAM," kata Asmadi tanpa menyebutkan daerah yang dimaksudkan itu. (b22) (am) (Waspada, 20 Maret 2004)

Sumber : (http://www.waspada.co.id/berita/aceh/artikel.php?article_id=40732)