PERPAMSI - Persatuan Perusahaan Air Minum di Seluruh Indonesia
klik di sini untuk cetak

PDAM Ungaran Swastakan Air

Ungaran, Dalam kurun waktu 10 tahun sejak 1994, Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Semarang telah mendapatkan pinjaman dari Asian Development Bank dengan nilai seluruhnya Rp 33,8 miliar. Dana pinjaman itu seharusnya untuk membangun dan memperbesar kapasitas produksi air bersih, tetapi kenyataannya banyak proyek yang gagal dilaksanakan. Tunggakan utang yang menumpuk itu kini harus segera diselesaikan.

"Salah satu cara penyelesaiannya adalah bekerja sama dengan swasta dalam pengelolaan air bersih. Kali ini PDAM sepakat menyerahkan pengelolaan sumber air di Ngembat, Kecamatan Jambu, kepada investor PT Sara Tirta Ungaran," kata Direktur Utama PDAM Kabupaten Semarang Ririh Sudi Raharjo, Kamis (26/2), pada rapat koordinasi pengelolaan sumber air Ngembat, di Bawen, Ungaran.

Ririh menyatakan, kegagalan PDAM dalam pengelolaan produksi air bersih di Kabupaten Semarang tidak semata-mata akibat tak terwujudnya sejumlah proyek. Akan tetapi, karena penyusutan debit air di mata air tertentu yang membuat kapasitas produksi air bersih dari instalasi pengolahan berkurang. Misalnya, debit sumber air di Legowo, Banyubiru, kini tinggal 2-3 liter per detik dari kapasitas tahun lalu yang mencapai 15-20 liter per detik.

Dengan produksi yang terbatas, PDAM baru mampu melayani 13,4 persen jumlah penduduk Kabupaten Semarang sebanyak 841.000 orang.

Kendala pembebasan lahan

Untuk meningkatkan produksi air bersih agar beban utang bertahap berkurang, kata Ririh, ada dua mata air yang kini dikerjasamakan PDAM dengan PT Sara Tirta Ungaran (STU). PT STU adalah mitra bisnis pengolahan air bersih yang pendanaannya didukung PT Apac Inti Corpora (AIC). Nota kesepahaman antara PT AIC, Pemerintah Kabupaten Semarang, dan PDAM sudah ditandatangani Januari 2003."Bentuk kerja sama adalah pihak PT STU membangun dan mengelola alih milik dengan masa konsesi selama 27 tahun. Apabila masa konsesi 27 tahun itu selesai, semua aset menjadi milik PDAM Kabupaten Semarang, " ujarnya.

Disebutkan, proyek pengolahan air di sumber Ngembat nilai investasinya Rp 29,244 miliar yang terdiri Rp 23,4 miliar untuk membangun proyek instalasi pengolahan air minum dan Rp 4,15 miliar investasi untuk membangun instalasi di sumber air Ngembat. Dari proyek PT STU ini dapat memproduksi air bersih 250 liter per detik.Direktur PT STU Daryanto Muliorahardjo mengatakan, pihaknya kini tengah menyelesaikan sebagian proyek pengolahan dan jaringan saluran air bersih di Tuntang dan Ngembat.

Dari hasil pengolahan air bersih yang digarap PT STU--50 liter per detik di Desa Asinan, Tuntang, dan 30 liter per detik di Ngembat--akan disalurkan untuk peningkatan pelayanan PDAM ke pelanggan di wilayah Bawen, Bergas, Ungaran, Jambu, dan Ambarawa.Daryanto mengakui, masalah pembebasan tanah yang terdiri dari lahan permukiman penduduk dan milik perkebunan pemerintah tidak mudah. Lahan itu harus dibebaskan untuk sarana jalan pemasangan jaringan pipa transmisi air bersih. Sejumlah penduduk maupun instansi perkebunan perlu perundingan lebih intensif sebelum lahannya dipakai jaringan transmisi. (WHO) (Kompas, 27 Februari 2004)

Sumber : (http://www.kompas.com/kompas-cetak/0402/27/jateng/881467.htm)